Jakarta, Selasa 17 Januari 2012, Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasan, dijadwalkan akan membuka Lokakarya Penggalangan Sumberdaya untuk Pelaksanaan Rencana Nasional Pemulihan Harimau Sumatera yang diselenggarakan secara kolaboratif oleh Ditjen PHKA, BAPPENAS dan organisasi pegiat konservasi, yaitu Forum HarimauKita, Wildlife Conservation Society, WWF-Indonesia, Fauna & Flora International, Taman Safari Indonesia, serta Zoological Society of London. Pelaksanaan Rencana Nasional Pemulihan Harimau (National Tiger Recovery Plan) merupakan komitmen Indonesia dalam mensukseskan Global Tiger Recovery Plan hasil kesepakatan pertemuan St Petersburg Global Tiger Summit di Rusia 2010. Keberhasilan dalam mensukseskan program ini sangat tergantung dari kepedulian dan dukungan dari seluruh pihak yang terkait.
Harimau (Panthera tigris) merupakan top predator yang mengontrol populasi berbagai jenis satwa lain di wilayah jelajahnya sehingga memainkan peran penting dalam menentukan keseimbangan suatu ekosistem hutan. Oleh karena wiayah jelajahnya yang cukup luas, melindungi habitat harimau sekaligus akan dapat menyelamatkan beragam organisme yang hidup di dalamnya.
Dari seluruh sub-spesies harimau di dunia yang masih ada di alam, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah yang paling terancam. Kondisi habitat dan populasi Harimau Sumatera terus mengalami penurunan diakibatkan oleh meningkatnya aktifitas pembangunan dan kebutuhan global akan berbagai komoditas yang seringkali mengorbankan habitat harimau.
Para ahli dan pemerhati konservasi harimau menganggap dekade ini sebagai periode penting untuk menentukan keberhasilan upaya penyelamatan harimau secara global, khususnya harimau Sumatera yang telah dinyatakan kritis berdasarkan kriteria IUCN. Untuk memastikan kelestarian harimau dalam jangka panjang, diperlukan sumberdaya yang besar dan keberhasilannya sangat tergantung pada tingkat koordinasi dan sinergi yang dibangun. Keberhasilan tersebut ditentukan bukan hanya oleh sektor kehutanan namun juga seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, khususnya yang terkait dengan pengembangan perekonomian nasional.
Lebih dari 80 orang peserta dari berbagai perwakilan instansi pemerintah, perguruan tinggi dan NGO, komunitas donor internasional dan perusahaan swasta yang terkait/konsen dengan kegiatan konservasi harimau diupayakan akan hadir untuk berpartisipasi secara aktif guna suksesnya lokakarya tersebut. Upaya ini juga didukung oleh Bapak Marzuki Usman (Komisaris Utama PT RHOI/Rehabilitasi Habitat Orangutan Indonesia), yang akan menjadi nara sumber dalam pemaparan ”Strategi dan mekanisme penggalangan dana konservasi” bersama Dirjen PHKA yang akan memberikan paparan tentang “Status konservasi & strategi penyelamatan harimau”, serta Bapak Effendy Sumardja (Presiden Direktur PT REKI/Restorasi Ekosistem Indonesia) yang akan memfasilitasi jalannya diskusi.
Lokakarya ini diharapkan dapat menjadi ajang pembelajaran tentang konservasi Harimau Sumatera, penggalangan sumberdaya dan peningkatan efektivitas pemanfaatan sumberdaya, serta menghasilkan panduan dan strategi yang lebih spesifik dalam pelaksanaan Rencana Nasional Pemulihan Harimau.

